PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KETERBATASAN LINGKUP GERAK SENDI BAHU AKIBAT POST ORIF FRAKTUR SHAFT HUMERUS DEXTRA DI KELURAHAN ALALAK UTARA BANJARMASIN TAHUN 2018

  • Mar’atus Sa’diah Politeknik Unggulan Kalimantan
Keywords: fraktur, humerus, LGS, exercise therapy

Abstract

Fraktur humerus merupakan suatu kondisi terputusnya kontinuitas jaringan tulang lengan atas yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung. Terjadinya fraktur dapat menyebabkan timbulnya nyeri, bengkak, spasme, penurunan kekuatan otot dan pengecilan otot. Fraktur humerus juga mengakibatkan keterbatasan Lingkup Gerak Sendi (LGS) pada bahu dan siku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan LGS pada bahu kanan yang mengalami keterbatasan dengan menggunakan intervensi exercise therapy berupa passive dan active exercise serta hold relax. Penelitian menggunakan metode case study pada 1 jenis kasus dengan sampel tunggal, diberikan dosis 6 kali perlakuan dalam waktu 3 minggu. Hasilnya terjadi peningkatan LGS bahu kanan yang dievaluasi menggunakan goniometer, perbandingan antara T1 dengan T6 yaitu S. 40⁰ - 0⁰ - 120⁰ menjadi S. 50⁰ - 0⁰ - 140⁰, F. 100⁰ - 0⁰ - 60⁰ menjadi F. 110⁰ - 0⁰ - 70⁰ dan R belum dapat dilakukan menjadi R. 75⁰ - 0⁰ - 80⁰.

Published
2019-04-11
How to Cite
Sa’diah, M. (2019). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KETERBATASAN LINGKUP GERAK SENDI BAHU AKIBAT POST ORIF FRAKTUR SHAFT HUMERUS DEXTRA DI KELURAHAN ALALAK UTARA BANJARMASIN TAHUN 2018. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan Dan Teknologi, 1(1), 45-51. Retrieved from http://jurnal.polanka.ac.id/index.php/JKIKT/article/view/5
Section
Articles